Masuk

Ingat Saya

Damai itu luka

Tak ada yang bilang bahwa damai itu mudah, meski banyak yang mengakui bahwa damai memang indah.

Kau tak bisa memadamkan api. Akan ada asap yang tersisa, pula bara yang siap untuk kembali menyala. Selain itu adapula angin yang tak puas jika bara berdiam begitu lama dalam wujudnya. Lalu bagaimana? Biarkan api itu berkobar sambil manfaatkan. Jangan biarkan api membumihanguskan, buat ia tunduk demi kepentingan yang bermanfaat bukan merusak. Begitu pula dengan keinginan-keinginan manusia akan perang. Tiap orang punya kecenderungan untuk menguasai atau untuk unggul di atas segala sesuatu, manfaatkan itu dalam hal positif yang tidak perlu merugikan orang lain.

Dalam suatu persoalan, yang perlu dicari adalah solusi, bukan cara untuk menghindar, sebut saja isu polusi udara yang menjadi musuh bagi pernapasan hingga dalam menghirup oksigen, kebebasan kita mulai terbatas. Jangan terus menerus menggunakan masker, karena itu merupakan wujud pelarian. Cari sumbernya, salah satunya dari knalpot kendaraan bermotor, hal ini mendorong perusahan motor memperbaharui pabrikasinya hingga knalpot tidak lagi mengeluarkan asap

Begitu pula dengan seluruh permasalahan. Isu seharusnya tidak menjadi angin yang dapat membumi hanguskan segala hal yang lebih penting. Namun telitilah lebih jauh dan akan kita dapati penyelesaian yang sebenarnya sederhana.

Damai itu luka, namun bisa diobati dengan cara sederhana yang sering luput dari penglihatan kita

Dengan